Senin, 02 Desember 2019

Penjumlahan bilangan desimal positif dengan desimal negatif, dan sebaliknya. Lakukan langkah konversi kedalam biner lalu desimalkan.

misalkan

35 + (-20) = 15. apakah sama hasilnya antara desimal positif dan negatif tersebut ?
contoh :

desimal positif diubah terlebih dahulu ke biner.

                         35 (10)  100011 (2)

maka =                           32  16  8  4  2  1
                                        1    0   0  0  1  1  (2)   35   (10)
   
yang di garis bawahi dijumlahkan, dan terlihat bilangan biner nya. lalu selanjutnya kita cari desimal negatifnya ke biner kan.

 -20 (10) 010100 (2)

maka =                             32   16   8   4    2   1
                                          0     1    0   1    0   0  (2)    20   (10)

biner negatifnya berubah menjadi 010100 + 1 = 101100. dikarenakan negatif desimal adalah complement.


35 = 100011
-20 =101100+
         001111 = 15
note*
-20 nya di biner kan setelah complement kan baru di tambahkan


penjelasan tentang complement :

Semua angka 1 di ubah menjadi 0 dan semua angka 0 diubah menjadi 1.
Bilangan biner yang telah diubah di tambah 1. Terkait : Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Biner. Jika ada angka satu paling kanan Buang angka 1 paling kanan.
dan terakhir tentukan nilai dari binernya apakah sama


ketentuan penjumlahan bilangan biner :
0+0 = 0
0+1 = 1
1+0 = 1
1+1 = 10 => 0 sisip 1
1+1+1 = 11 => 1 sisip 1.


Rabu, 27 November 2019

operasi bilangan biner

Jenis Bilangan Serta Konversi Bilangan Biner, Oktal, Desimal, dan Hexadesimal

Hasil gambar untuk wallpaper biner,  oktal,  heksa desimal, desimal


  • Bilangan Biner
    Merupakan bilangan yang terdiri dari dua karakter saja, yaitu angka satu (1) dan nol (0). Dalam bilangan biner tidak akan dikenli angka 2, 3, 4 dan seterusnya. Dapat ditulis dengan format 1011(2)
  • Bilangan Oktal
    Merupakan bilangan yang terdiri dari 9 karakter, yaitu angka nol (0), satu (1), dua (2), tiga (3), empat (4), lima (5), enam (6), dan tujuh (7). Biasanya ditulis dengan format 236(8)

  • Bilangan Desimal
    Merupakan bilangan yang terdiri dari 10 karakter, yaitu angka nol (0), satu (1), dua (2), tiga (3), empat (4), lima (5), enam (6), tujuh (7), delapan (8), dan sembilan (9). Pada umumnya ditulis dengan format 128(10)

  • Bilangan Hexadesimal
    Merupakan bilangan yang terdiri dari 16 karakter, yaitu nol (0), satu (1), dua (2), tiga (3), empat (4), lima (5), enam (6), tujuh (7), delapan (8), sembilan (9), sepuluh (A), sebelas (B), duabelas (C), tigabelas (D), empatbelas (E), limabelas (F). Kita lihat bahwa ada karakter huruf di bilangan hexadesimal, maksudnya adalah jika ada angka 10, maka angka tersebut diganti dengan huruf A, jika 11 maka diganti B, jik 12 diganti C, dan seterusnya. Jika kita hitung, jumlah karakter antara 0-F adalah 16 karakter. Biasanya bilangan hexadesimal ditulis dengan format 12A(16)

konversi bilangan

Konfersi bilangan dapat diartikan merubah sebuah bilangan menjadi jenis bilangan lain, misalkan dari bilangan biner menjadi desimal, dari oktal menjadi desimal, dari hexadesimal menjadi desimal atau sebaliknya. Contoh-contoh dibawah akan menjelaskan berdasarkan contoh soal

  1. Biner Menjadi Desimal
    1010(2) =……..(10)   >>>>>>> 10(10)

    coretanbocahit.blogspot.com
    Biner To Desimal
    Jika ada soal seperti diatas, maka kerjakan dengan menggunakan cara seperti gambar diatas, yaitu kita susun angka binernya dengan format kebawah dan dimulai dari angka biner pertama, selanjutnya setiap angka biner dikalikan dengan perpangkatan 2, perpangkatan dimulai dari pangkat 0 dan ditulis dari bawah seperti gambar diatas. Langkah terahir adalah, hasil perkalian dari selurh angka biner dengan perpangkatan dijumlahkan dan akan ketemu hasil ahirnya.

  2. Oktal Menjadi Desimal
    267(8) =……..(10)   >>>>>>> 183(10)
    coretanbocahit.blogspot.com
    Oktet To Desimal

    Metode penghitungan sama persis dengan konversi dari biner ke desimal, hanya saja perpangkatan yang digunakan adalah 8 pangkat 0 dan seterusnya.

  3. Hexadesimal Menjadi Desimal
    32AD(16) =……..(10)   >>>>>>> 12973(10)
    Hexadesimal To Desimal

    Sama seperti konversi dari biner ke desimal atau dari oktet ke desimal, yang mebedakan hanya perpangkatannya saja, yaitu pada konversi bilangan hexadesimal ke desimal menggunakan perpangkatan 16. Kita lihat bahwa dalam perhitungan huruf A diganti dengan nilai 10 dan huruf D diganti dengan nilai 13.

  4. Desimal Menjadi Biner
    10(10) =……..(2)   >>>>>>> 1010(2)
    coretanbocahit.blgospot.com
    Desimal To Biner

    Jika kita diminta untuk menkonversikan bilangan desimal menjadi bilangan biner, maka kita hanya perlu membagikan bilangan desimal tersebut dengan 2 seperti gambar diatas. 10 dibagi 2 hasilnya adalah 5 (ditulis dibawahnya) dan sisanya adalah 0 (ditulis warna merah). Selanjutnya 5 dibagi 2 hasilnya adalah 2 dan sisanya 1. 2 dibagi 2 hasilnya adalah 1 dan sisanya adalah 0. Setelah itu kita hanya tinggal menyusunnya saja, angka yang kita susun adalah sisa dari setiap pembagian, dan penyusunan dimulai dari angka terahir. Jadi hasil dari penghitungan diatas adalah 1010.


  5. Desimal Menjadi Oktal
    183(10) =……..(8)    >>>>>>> 267(8)
    coretanbocahit.blogspot.com
    Desimal To Oktal

    Metode yang digunakan untuk konversi dari desimal menjadi oktal adalah sama dengan metode yang digunakan saat konversi desimal menjadi biner, hanya saja pembagi yang digunakan adalah 8. Kita lihat diatas bahwa 183 dibagi 8 adalah 22 dan sisanya adalah 7, 22 dibagi 8 adalah 2 dan sisanya 6, karena 2 sudah tidak bisa dibagi 2 maka selesai sampai disini. Langkah selanjutnya adalah menyusun hasil bagi tersebut dimulai dari angka terahir

  6. Desimal Menjadi Hexadesimal
    12973(10) =……..(16)    >>>>>>> 32AD(16)
    coretanbocahit.blogspot.com
    Desimal To Hexadesimal

    Caranyapun sama seperti konversi dari desimal menjadi biner ataupun dari desimal menjadi oktal. Namun yang perlu diperhatikan bahwa jika ada angka 10 keatas tidak boleh ditulis sebagai angka, namun harus ditulis sebagai huruf seperti penjelasan diatas.
  Bilangan Biner

Bilangan biner (binary) merupakan bilangan berbasis dua. Angka dari bilangan biner hanya berupa angka 0 dan 1.
Konversi Bilangan Oktal ke Desimal
Untuk konversi oktal ke binner anda perlu mengalikan digit dengan pangkat dari bilangan 8.

Contoh :
3658 = …….10 ?

Untuk melakukan konversi bilangan oktal ke bilangan berbasis 10 (desimal) lakukan dengan mengalikan setiap digit dari bilangan tersebut dengan pangkat 0, 1, 2, …, dst, dari basis mulai dari yang paling kanan.

3658 = (3 x 82)10 + (6 x 81)10 + (5 x 80)10 = 192 + 48 + 5 = 245

Untuk fungsi konversi oktal ke decimal di ms excel gunakan OCT2DEC()


Konversi Bilangan Oktal ke Biner
Cara ini merupakan kebalikan cara konversi biner ke oktal. Setiap digit oktal akan langsung dikonversi ke biner lalu hasilnya digabungkan.

Contoh:
548 = …….2 ?
  1. Pertama-tama hitung 58 = 1012 (Lihat cara konversi dari desimal ke biner)
  2. Lalu hitung 48 = 1002
  3. Sehingga didapat 548 = 1011002
  4. Anda juga dapat menggunakan rumus di ms excel OCT2BIN() yang akan menkonversi bilangan oktal ke biner


 Gambar: Cara konversi bilangan oktal ke biner



Konversi Bilangan Oktal ke Heksa desimal
Untuk perhitungan secara manual, konversi bilangan oktal ke desimal dilakukan dengan mengkonversi bilangan oktal ke bilangan basis antara terlebih dahulu. Ada dua cara yang sering digunakan untuk konversi oktal ke hexadecimal. Cara pertama konversi dahulu bilangan oktal ke desimal, lalu dari bilangan desimal tersebut dikonversi lagi ke heksadesimal. Cara kedua adalah dengan menkonversi bilangan oktal ke bilangan biner, lalu dari biner di konversi lagi menjadi bilangan heksadesimal. Cara kedua merupakan cara yang paling sering digunakan.

Contoh :
3658 = …….16

  1. Konversi bilangan oktal menjadi bilangan biner

    3658 = 11 110 101 2
    angka 3, 6, dan 5 dikonversi terlebih dahulu menjadi biner.
  2. Kemudian bilangan biner tersebut dikelompokkan setiap 4 digit dimulai dari yang paling kanan
  3. Selanjutnya 4 digit biner transformasikan menjadi heksadesimal
    11 110 101 2 = F516


 Gambar: Cara konversi bilangan oktal ke biner secara manual dan otomatis
bilangan heksadesimal

Bilangan heksadesimal (hexadecimal)merupakan bilangan berbasis 16. Sehingga angka digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9, A, B, …, E, F dimana A s/d F merupakan nilai untuk 10 s/d 15 desimal.


Konversi Bilangan Heksa desimal ke desimal
Untuk konversi heksadesimal ke desimal lakukan dengan mengalikan digit bilangan heksa dengan pangkat bilangan 16 dari kanan ke kiri mulai dengan pangkat 0, 1, 2, …, dst

Contoh :
F516 = …….8 ?

F516 = (15 x 161)10 + (5 x 16-0)10 = 240 + 5 = 245

Untuk fungsi konversi heksadesimal ke desimal di ms excel gunakan fungsi HEX2DEC()



Konversi Bilangan Heksadesimal ke Biner
Cara ini merupakan kebalikan cara konversi biner ke heksadesimal. Setiap digit heksadesimal langsung dikonversi ke biner lalu hasilnya dipadukan.

Contoh:
F516 = …….2 ?
  1. Pertama-tama hitung F16 = 11112 (F16 = 1510 = 11112, Lihat cara konversi dari desimal ke biner)
  2. Lalu hitung 516 = 01012 (harus selalu dalam 4 digit biner, bila nilai hasil konversi tidak mencapai 4 digit biner maka tambahkan angka 0 di depan hingga menjadi 4 digit biner)
  3. Kemudian didapat F516 = 111101012
  4. Fungsi di ms excel yang dapat anda gunakan untuk mengkonversi heksadesimal ke biner adalah HEX2BIN()



 Gambar: Cara konversi bilangan heksadesimal ke biner secara manual dan otomatis



Konversi Bilangan Heksa Desimal ke Oktal
Untuk konversi heksa desimal ke oktal mirip dengan cara konversi oktal ke desimal. Lakukan konversi heksadesimal ke biner terlebih dahulu lalu dari binner di konversi lagi ke oktal.

Contoh :
F516 = …….8

  1. Konversi bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner

    F516 = 1111 01012
    angka F dan 5 dikonversi terlebih dahulu menjadi biner.
  2. Kemudian bilangan biner tersebut dikelompokkan setiap 3 digit dimulai dari yang paling kanan
  3. Selanjutnya 3 digit biner transformasikan menjadi oktal
    11 110 101 2 = 3658


 Gambar: Cara konversi bilangan heksadesimal ke oktal  secara manual dan otomatis

1. Operasi Aritmatika Bilangan Biner

Aritmatika Bilangan Binner merupakan beberapa operasi perhitungan yang terjadi dalam bilangan biner.
Terdapat 5 operasi aritmatika pada bilangan biner, antara lain:
  1. Penjumlahan
  2. Pengurangan
  3. Perkalian
  4. Pembagian
  5. Bilangan Biner Bertanda

A. Penjumlahan Bilangan Biner

Dalam bilangan biner terdapat dua aturan dasar, antara lain:
0 + 0 = 0
1 + 0 = 1
0 + 1 = 1
1 + 1 = 1, simpan 1
Sebagai cara penjumlahan bilangan desimal yang kalian kenal sehari-hari, penjumlahan bilangan biner juga harus selalu memperhatikan carry (sisa) dari hasil penjumlahan pada tempat yang lebih rendah.
Sebagai contoh:
Soal 1.
1111 2
10100 2
_______+
100011 2 Carry of 1 (3 kali)
Soal 2.
pengertian operasi aritmatika
Dalam contoh diatas, telah dilakukan penjumlahan 8 bit tanpa carry, sehingga hasil penjumlahnya masih berupa 8 bit data. Untuk contoh berikutnya akan dilakukan penjumlahan 8 bityang menghasilkan carry.
Soal 3.
operasi aritmatika sistem komputer
Hasil penjumlahan diatas menjadi 9 bit data, sehingga untuk 8 bit data, hasil penjumlahannya bukan merupakan jumlah 8 bit data A dan B tetapi bit yang e-8 (dihitung mulai dari 0) atau yang disebut carry juga harus diperhatikan  sebagai hasil penjumlahan.

B. Pengurangan Bilangan Biner

Pada bilangan biner terdapat dua cara dalam pengurangan yakni dengan 1s complement dan 2s complement, Perbedaan diantara keduanya antara lain:
  • 1s complement
    merupakan sebuah cara untuk membalikkan bilangan negatif menjadi positif (sebab sebenarnya dalam bahasa komputer tidak kenal operasi pengurangan).
    Sehingga operasi pengurangan ini akan menjadi penjumlahan.
    1s complement dari sebuah bilangan dilakukan dengan mengubah 0 menjadi 1 dan 1 menjadi 0. Sebagai contoh: soal operasi logika dan aritmatika
  • 2s complement kurang lebih mempunyai fungsi yang sama dengan 1s complement yakin membuat sebuah bilangan negatif menjadi positif. Tetapi cara 2s complement sedikit ada perbedaan yakni 1s complement yang ditambah dengan 1. Sebagai contoh: aritmatika sistem komputer Lalu operasi logika
    Sehingga 2s complement dari 10001 yaitu 01111 dan 1s complement-nya yaitu 01110.

C. Perkalian Bilangan Biner

Dilakukan sama dengan cara perkalian yang terdapat dalam operasi bilangan desimal. Dasar perkalian pada bilangan biner ialah sebagai berikut:
0 x 0 = 0
1 x 0 = 0
0 x 1 = 0
1 x 1 = 1
Sebagai contoh:
Soal 1.
1110 2
           1100 2 x
           0000
         0000
        1110
      1110 +
      10101000 2
aritmatika dasar

D. Pembagian Bilangan Biner

Pembagian biner dilaksanakan dengan menggunakan cara yang sama dengan yang ada pada bilangan desimal. Pembagian biner 0 tidak memiliki arti, sehingga dasar pembagian pada bilangan biner adalah sebagai berikut:
0 : 1 = 0
1 : 1 = 1
Contoh #1:
101 / 1111101 \ 11001
        101 _
         101
         101 _
          0101
            101 _
              0
penjumlahan deret aritmatika

2.Operasi Aritmatika Bilangan Oktal

A. Penjumlahan Bilangan Oktal

Berikut adalah tahapan untuk operasi penjumlahan oktal, antara lain:
  1. tambahkan masing-masing kolom secara desimal
  2. rubah dari hasil desimal ke dalam bilangan oktal
  3. tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil oktal
  4. jika hasil penjumlahan pada masing-masing kolom terdiri dari dua digit, maka digit paling kiri adalah carry of untuk penjumlahan kolom berikutnya.
  5. sisa akan muncul atau terjadi apabila jumlahnya sudah melebihi 7 pada setiap tempat.
Sebagai contoh:
operator aritmatika

B. Pengurangan Bilangan Oktal

Pengurangan Oktal bisa dilakukan dengan cara yang sama dengan yang ada pada operasi pengurangan bilangan desimal.
Pada pengurangan apabila bilangan yang dikurangi lebih kecil dari pada bilangan pengurangnya maka akan dilakukan peminjaman (borrow) pada tempat yang lebih tinggi (dengan nilai 8).
Sebagai contoh:
Pengurangan Bilangan Oktal

C. Perkalian Bilangan Oktal

Berikut adalah tahapan untuk operasi perkalian oktal, antara lain:
  1. kalikan masing-masing kolom secara desimal.
  2. rubah dari hasil desimal ke bilagan oktal.
  3. tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil oktal.
  4. jika hasil perkalian pada masing-masing kolom terdiri atas 2 digit, maka digit paling kiri adalah carry of untuk ditambahkan pada hasil perkalian pada kolom berikutnya.
Perkalian Bilangan Oktal

D. Pembagian Bilang Oktal

Pembagian Bilangan Oktal3. Operasi Aritmatika Bilangan Heksadesimal

A. Penjumlahan Bilangan Heksadesimal

Dalam penjumlahan bilangan heksadesimal, sisa akan terjadi atau berlangsung apabila jumlah dari masing-masing tempat melebihi 15.
Sebagai contoh:
Penjumlahan Bilangan Heksadesimal
bilangan heksadesimal

B. Pengurangan Bilangan Heksadesimal

Pada pengurangan apabila bilangan yang dikurangi lebih kecil dibandingkan dengan bilangan pengurangnya maka akandilakukan peminjaman (borrow) pada tempat yang lebih tinggi (dengan nilai 16).
Sebagai contoh:
Pengurangan Bilangan Heksadesimal

C. Perkalian Bilangan Heksadesimal

Berikut adalah tahapan untuk operasi perkalian heksadesimal, antara lain:
  1. kalikan masing-masing kolom secara
  2. rubah dari hasil desimal ke oktal
  3. tuliskan hasil dari digit paling kanan dari hasil bilangan oktal
  4. jika hasil perkalian pada masing-masing kolom terdiri atas 2 digit, maka digit paling kiri adalah carry of untuk ditambahkan pada hasil perkalian kolom berikutnya.
Sebagai contoh:
Perkalian Bilangan Heksadesimal

D. Pembagian Bilangan Heksadesimal

Pembagian pada bilangan Heksadesimal sama halnya seperti yang ada dalam pembagian pada bilangan decimal.
Sebagai contoh:
Pembagian Bilangan Heksadesimal

Increment dan Decrement

Increment (bertambah) dan Decrement (berkurang) merupakan dua pengertian yang sering sekali dipakai dalam teknik miroprosessor.
Dalam matematik pengertian increment yaitu Bertambah Satu dan decrement berarti Berkurang Satu.

Increment Sistem Bilangan

Seperti uraian di atas bahwa increment berarti bilangan sebelumnya akan ditambah dengan 1.
Increment Sistem Bilangan

Decrement Sistem Bilangan

Decrement didapatkan dengan cara mengurangi bilangan sebelumnya dengan 1.
Sebagai contoh:
Decrement Sistem Bilangan
source : 

Selasa, 12 November 2019

Memori Internal



      Memori adalah bagian dari komputer tempat program–program dan data– data disimpan. Memori juga diartikan sebagai tempat informasi, dibaca dan ditulis, dimana terdapat berbagai jenis, teknologi, organisasi, unjuk kerja dan harga memori.
Memory pada sistem komputer dapat dibedakan menjadi :

1. Memory Internal

     Dengan demikian, pengertian memory internal sesungguhnya itu dapat berupa :
• First-Level (L1) Cache
• Second-Level (L2) Cache
• Memory Module
Akan tetapi pengelompokan dari memory internal juga terbagi atas :
• RAM (Random Access Memory) dan
• ROM (Read Only Memory)


2.  Eksternal memory
       Memory Eksternal adalah memori yang menyimpan data dalam media fisik berbentuk kaset atau disk. agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang disebut refreshing) maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada kinerja Static RAM.

Multiple Disk
- harddisk
- flashdisk
- floppydisk

    Memory digunakan untuk menyimpan data atau program yang akan diproses oleh processor. Berdasarkan sifat dari data tersebut yang berhubungan dengan pemrosesan maka dapat di katagorikan :
1.  Data yang sedang diproses

2.  Data yang akan diproses

3.  Data yang belum diproses

 Karakter Sistem Memori



 Tiga konsep Unit of Transfer yang saling berhubungan bagi internal memori :

1.  Word
Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan dan panjang instruksi.

2.  Addressable Units
Pada sejumlah sistem, addressable unit adalah word. Namum terdapat sistem yang mengijinkan pengalamatan pada tingkat byte.

3.  Unit of Transfer
Satuan ini merupakan jumlah bit yang dibaca atau yang dituliskan kedalam memory pada suatu saat. Satuan transfer tidak perlu sama dengan word atau addressable unit. Bagi external memory seringkali data ditransfer dalam jumlah yang jauh lebih besar dari word dan hal ini dikenal sebagai block.

1.  Hierarkhi Memory



Spektrum dari teknologi didalam sistem memory :

•  Semakin kecil waktu akses, semakin besar harga perbit

•  Semakin besar kapasitas, semakin kecil harga perbit

•  Semakin besar kapasitas, semakin lama waktu akses

jika kita bergerak turun dari atas ke bawah maka akan didapat :

•  Penurunan harga perbit

•  Peningkatan kapasitas

•  Peningkatan waktu akses ( waktu akses yang semakin lama ) ♦

•  Penurunan frekwensi akses memory oleh CPU

Memori pada sistem komputer dapat dibedakan menjadi :

1. Main Memory, disebut juga Internal Memory , contoh: RAM)

2. Secondary Memory ,disebut juga External Memory, contoh Hard Disk, RAID, Magnetic Tape dsb.)
Berdasarkan Lokasinya , ada 3 jenis memori

1. Processor Memory (contoh: register)

2. Main Memory (contoh: RAM)

3. External Memory (contoh: Hard Disk, RAID , CD-ROM, Tape)
Berdasarkan Fisik , ada 3 Jenis Memori

1. Semiconductor Memory contoh: RAM, ROM, EEPROM, FLASH

2. Magnetic Memory contoh: Hard Disk ,Disket, Magnetic Tape

3. Optical Memory contoh: CD/R , CD/RW, DVD


2. Tipe tipe memory Semikonduktor

1. RAM (Random Access Memory )

•  Static RAM SRAM,struktur terbuat dari komponen
Transistor Bipolar
•  Dinamic RAM DRAM ,struktur terbuat dari komponen
Capacitor
2. ROM ( Read Only Memory
)
•  Mask ROM programmed by factory
•  PROM ( Programmable ROM ) programmed by user
   -  Erasable PROM ( EPROM ) → UV Light ; Chip
   -  Level. Electrically Erasable PROM → Electrical ;
      Byte Level.
   -  Flash ROM → Electrical ; Block Level.


MEMORI INTERNAL


A.  Random Access Memory (RAM)

Merupakan memory Baca Tulis dimana isi dari RAM dapat diupdate setiap saat dan bersifat volatile serta digunakan data / instruksi selama pemrosesan berlangsung.

  - Dinamic RAM :
•  Terbuat dari bahan kapasitif
•  Memerlukan daya operasional yang relatif kecil ➢ Kerapatan perkeping IC yang besar
•  Memerlukan rangkaian Refresh
•  Harga lebih murah
•  Effisien untuk sistem sistem besar
•  Kecepatan proses yang relatif lambat dibanding RAM Statis

 -  Static RAM :
•  Terbuat dari sistem transistor bipolar
•  Memerlukan daya operasional yang relatif besar
•  Tidak memerlukan rangkaian Refresh, karena sifat dari transistor.
•  Kerapatan perkeping IC yang sedikit ( kecil )
•  Harga lebih mahal
•  Kecepatan proses yang tinggi
•  Effisien untuk sistem sistem kecil dan sistem yang memerlukan kecepatan pemrosesan yang tinggi.

4 Metoda Akses Memori

1.  Metoda Sequential Access

•  Akses data dilakukan secara berurutan , seperti pada pita magnetik.
•  Akses Data sangat lambat, karena data yang akan di akses diurut secara  serial  satu demi satu.
•  Contoh: Magnetic Tape Back Up Cartridge.

2. Metoda Direct Access
•  Akses Data dilakukan secara langsung, berdasarkan posisi track  dan     sector.
•  Akses Data relatif lebih cepat, dibanding Sequential Access.
•  Contoh : Hard Disk , Floppy Disk (disket)

 3. RANDOM ACCESS
yaitu metode akses memori yang dilakukan secara acak berdasarkan alamat yang dipilih secara langsung.
•  Akses Data dilakukan dengan bantuan rangkaian Address Decoder
•  Address Decoder akan menghasilkan alamat data yang akan diakses
•  Akses Data Cepat , lebih cepat daripada Direct Access
•  Contoh: RAM (= random access memory)

 4. ASSOCIATIVE ACCESS
yaitu metode akses memori yang dilakukan dengan mempertimbangkan mekanisme pemosisian memori berdasarkan tiap-tiap unit atau disebut juga dengan pengalamatan memori.
•  Akses Data dilakukan dengan cara “compare” , yaitu membandingkan “isi” data yang dicari dengan “key”-nya, bukan berdasarkan alamat data
•  Jika “matched” maka data yang dicari ditemukan
•  Akses Data sangat Cepat , contoh: Cache Memory

Karakteristik Fisik dari Memori

1.  Volatile > < Non-Volatile
 Volatile :
 •  Listrik mati, Data hilang
 •  Penyimpanan dalam memori jenis ini tidak-permanent
 •  Contoh: RAM (EDO-RAM, SDRAM, DDRAM)
Non-Volatile :
•  Listrik Mati, Data Tidak Hilang
•  Penyimpanan dalam memori jenis ini bersifat-permanent
•  Contoh: EPROM, EEPROM, Flash Memory

2. Erasable > < Non-Erasable
Erasable : Data dapat dihapus , untuk kemudian bisa diisi ulang
Contoh:
       1.  EPROM (= Erasable Programmable Read Only Memory) dihapus dgn sinar Ultra Violet
       2.  EEPROM (=Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) dihapus dgn  listrik
       3.  FLASH Memory dihapus dgn listrik
 Non Erasable : Data tidak dapat lagi dihapus , media ini “mono-use” sekali pakai , Salah isi   data, berarti harus dibuang, ganti media yang baru lagi
 Contoh: ROM (Read Only Memory) , PROM (Programmable ROM)


B.  Read Only Memory

ROM adalah memory yang berisi program yang bersifat tetap / tidak berubah sepanjang sistem yang digunakan memungkinkan.

Aplikasi penting dari ROM meliputi :
 •  Microprogramming
 •  Library subroutine bagi fungsi – fungsi yang sering diperlukan
 •  Program program sistem
 •  Tabel tabel fungsi
Sebelum operasi dari sistem komputer diaktifkan maka isi dari ROM akan di-load terlebih dahulu ke dalam RAM →POST ( Power On Self Test )

Permasalahan yang ada pada sistem ROM : •  Langkah penyisipan data memerlukan biaya tetap yang tinggi •  Tidak boleh terjadi kesalahan sekecil apapun. Apabila ternyata dijumpai kesalahan pada satu bitnya maka ROM tersebut tidak dapat digunakan. Untuk mengatasi hal tersebut diatas maka dibuatlah ROM yang dapat diprogram dan dihapus seperti halnya RAM

 Tiga macam Read mostly memory :

•  EPROM ( Erasable Programmable Read Only Memory )

adalah jenis memori chip yang menyimpan data ketika catu daya dimatikan. Memori komputer yang dapat mengambil data yang tersimpan setelah catu daya telah dimatikan dan dihidupkan kembali disebut non-volatile. Itu adalah sebuah array dari floating-gate transistor individual diprogram oleh perangkat elektronik yang memasok tegangan yang lebih tinggi daripada yang biasanya digunakan dalam rangkaian digital.

•  EEPROM ( Electrically Erasable Programmable Read Only Memory )

adalah sejenis chip memori tidak-terhapus yang digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan sejumlah konfigurasi data pada alat elektronik tersebut yang tetap harus terjaga meskipun sumber daya diputuskan, seperti tabel kalibrasi atau kofigurasi perangkat.

•  Flash ROM / Flash Memory

adalah utilitas untuk mengidentifikasi, membaca, menulis, meverifikasi dan menghapus chip flash atau chip memori yang dapat dibaca dan diprogram, dan tetap menyimpan datanya tanpa aliran listrik.

•  ROM (Read Only Memory) merupakan jenis memori yang sangat berbeda dengan RAM. Pada ROM data bersifat permanen, tidak bisa diubah dimana ini menguntungkan untuk penyimpanan data yang permanen. Namun terdapat kerugian yaitu jika terdapat kesalahan data atau adanya perubahan data sehingga perlu penyisipan –penyisipan.
•  PROM (Programmable ROM) merupakan jenis memori non-volatile yang terbagi atas tiga macam yaitu EPROM, EEPROM dan flash memory. EEPROM electrically erasable programmable read only memory.
•  Jenis memori yang dapat ditulisi kapan saja tanpa menghapus isi sebelumnya. EEPROM menggabungkan kelebihan non-volatile dengan fleksibilitas dapat di-update

SEL MEMORI

1.  Elemen terkecil dari memori disebut Memory Cell (= sel memori)
2.  Elemen Memori mampu menyimpan 1 bit data , yaitu bit “1” atau bit “0”
3.  Elemen memori dibangun dari sebuah“Flip Flop”yang tak lain merupakan sebuah bistable multivibrator.
4.  Elemen memori berifat Read / Write, artinya data di dalam elemen memori tersebut bisa dibaca,dan sebaliknya kedalam elemen memori tersebut bisa di simpan sebuah data baru.

Ada 3 jenis Sinyal dalam sebuah sel memori
1. R/W signal, sebagai sinyal pengendali proses baca tulis
2. Select Signal, sebagai sinyal untuk memilih alamat sel
3. Data IN / OUT signal, yaitu merupakan data dari sel memori tersebut


SUMBER :https://informasi-saya.blogspot.com/2012/02/pengertian-memory-internal-eksternal.html
https://orkomrudy.wordpress.com/2016/06/17/bab-4-memory/
https://brainly.co.id/tugas/17065488
http://irvansyekhroni.blogspot.com/2018/03/pengertian-ram-rom-prom-eprom-eeprom.html 

Finite State Automata & Non Finite State Automata

1. FSA  ( Finite State Automata ) Finite State Machine dapat berupa suatu mesin yang tidak memilikioutput. Finite State Machine yang tid...